Sunday, March 23, 2014

Terkilan


amat sukar untuk melupakan sesuatu yang amat perit berlaku dlm hidup ini...
aku xpasti bilakah kelukaaan ini akan sembuh..
acapkali aku bersungguh untuk melupakannya..
aku tewas dipersimpangan awal....
aku cuba untuk bangkit kembali dengan kudrat ku sendiri...
tp aku terduduk kembali...
luka tetap kian berdarah...
apakah aku terus terduduk sehingga luka ku kering...
atau aku perlu bangkit untuk mencari penawar kelukaan itu...
jernih mutiara putih tidak putus2 mengalir dilurah pipiku...
aku bangkit...dan cuba melangkah..selangkah demi selangkah..
terasa langkah kaki ku kian longlai..tanpa arah tuju...
air mata turun berderai untuk sekian kalinya dikecewakan oleh seseorang...
aku terus melangkah..kuseka setiap titis titis air mata yang keluar...
bibirku tetap mengukirkan senyuman walaupun tekakku terpaksa
menelan pahit air liurku....
ku lontarkan pandangan disekeliling ku... KOSONG..
fikiran ku terus melayang, mengimbau kembali saat saat awl perkenalan kita
dari sebuah hubungan rakan sebili darjah..menjadi sepasang kekasih...namun hubungan itu terputus
saat dirimu mengkhianati ikatan persahabatan kita....
maafkan aku wahai sahabat... aku xmampu untuk meneruskan ikatan persahabatan ini
hatiku benar benar terluka saat dirimu mengkhianati kepercayaan ku terhadapmu...
aku cuba untuk memaafkan setiap apa jua yg kau lakukan terhadapku ..
tp hatiku tidak membenarkan aku tuk melakukannya...
bila aku teringatkan dirimu...hatiku meronta-ronta untuk berlari memelukmu ke dalam dakapan mu
setiap bayangan kisah tentang kita membuatkan kelopak mataku dilinangi air mata...
sungguh aku rindu....mengapa mudahnya engkau membunuh hatiku dgn begitu kejam
mengapa mudahnya engkau hadir di dlam hidupku...dan dgn senangnya kau beralih arah
dan pergi meninggalkan aku tnpa menoleh dan menjelaskan kpd ku...
aku terkilan....hingga ke saat ini...hati ku benar benar terkilan segala perbuatanmu terhadapku.
kini...kau bukan lg disisiku...aku berdoa agar kau bahagia dgn pilihan mu..
sesungguhnya..kita berdua mempunyai jalan yang berbeda...
sungguhpun suatu hari kita akan dipertemukan disuatu persimpangan jalan..
kita tak mungkin dapat bersama kembali....
bukan aku membenci..tetapi...sudah menjadi suratan takdir yg telah lama tertulis di lau mahfuz..
bahawasanya..aku bukan milikmu...

kenanganku bersamamu xmungkin terpadam..
akan ku jadikan ia sebagai bekalan untukku disepanjang perjalanan hidupku...
terima kasih wahai sahabat kerana pernah hadir dan membahagiakan ku..
akan ku abadikan kisah kita sebagai hadiah yang terindah dalam hidupku...

kini aku sendiri...masih berdiri disini..
aku menoleh ke kiri ke kanan...
di hadapanku terbentang luas lorong-lorong yg perlu aku pilih
fikiran aku kosong...jiwa aku terus melayang...
tidak tahu jalan manakah yang aku harus pilih....
aku hanya mengikut rentak kaki ku...
kemana ia melangkah...di situlah pilihan ku...
moga jalan yg aku lalui kelak disinari sang suria, dan dihiasi warna warni pelangi yang indah
dan saat itu...ada tangan yang memimpinku 
agar aku tidak tergelincir dan jatuh tertunduk kembali...
siapakah gerangan pemilik tangan itu..aku tidak pasti..
apa yang pasti...dialah IMAMku....





No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...